Selamat Datang di Blog ku..... Kalo Mau Dapet Duit Klik Banner Buat Gabung!!! Posisinya Paling Bawah ya.....

Rabu, 08 Desember 2010

berburu dollar dengan aplikasi pendukung

SELAMAT ANDA BERUNTUNG TELAH MASUK KE BLOG INI

kali ini ane mau share software kecil tapi sangat bermansaat buat berburu dollar. dan ini sudah ane praktekin. 100000000000000000000000% work.

hahahahahahahahha
langsung aja ya...........tanpa basi basi lagi. (KLIK SINI DALAM KURUNG)
1. buat account di(( sini  )) , di (( sini )) dan di (( sini ))==> klik register di pojok kanan atas dan daftar terus logout
((DAFTAR SEMUANYA KRN NI SOFTWARE BISA MULTI ACCOUNT. JADI 3 ID BERJALAN SEMUA))
2. daftar akun paypal. ==> cari cara2nya dimbah google
3. download software buat ngeklik iklan yang telah dibuat secara otomatis di(( sini  ))  ato di(( sini  ))
4. nih contohnya
ini baru ane coba dan masih sedikit.....dan baru 1 hari doang gan

update



oke.........sampe disini aja ya...........
ane share apa yang ane tahu buat kita semua

NB: penggunaan klik pada software dibatasin tiap harinya. misal untuk 10bux.net hanya 47 klik saja. ga lebih, jangan memanipulasi dengan membuat account lebih dari 1 karena akan menyebabkan di banned

pada  bux3.com, cara nya agak berbeda. buka dulu situsnya, log in dengan account agan terus buka software jamunya biar bisa otomatis ngeklik.
read more “berburu dollar dengan aplikasi pendukung”

Senin, 06 Desember 2010

Kebingungan

HADOH...........KOK JADI MALES BANGET GINI BUAT POSTINGAN DI BLOG...............
read more “Kebingungan”

Jumat, 10 September 2010

ALAT KESEHATAN


2.3.1 Pengertian
           Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor:1197/Menkes/SK/X/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit menyebutkan bahwa alat kesehatan adalah instrumen,aparatus, mesin implan yang tidak mengandung obat yang digunakanuntuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankanpenyakit, merawat orang sakit, serta pemulihan kesehatan, pada manusiadan atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.
2.3.2      Penggolongan
                Menurut Hartono Hdw (2002), penggolongan alat kesehatan adalah sebagai berikut :

a. Alat-alat kesehatan/kedokteran yang seharusnya ada di apotik.
Yang dimaksud dengan seharusnya ada di apotik adalah dikarenakan masih banyaknya resep-resep dari poliklinik, puskesmas, RSB, BKIA, penderita maupun para tenaga medis yang datang ke apotik untuk mencari alat kesehatan.

Alat-alat tersebut adalah :
Alat pembalut
Alat perawatan.
Alat-alat untuk penampungan.
Hospital wares/Utensils.
Catheters.
Jarum suntik.
Alat suntik (alat semprit).
Paratus.
Jarum bedah.
Benang bedah.
Alat untuk mengambil/memberikan cairan/darah.

b. Alat-alat kedokteran umum, yang meliputi :
Alat-alat diagnostik.
Yang dimaksud dengan alat-alat perlengkapan diagnostik adalah alat-alat yang digunakan oleh para dokter atau tenaga medis lainnya dimana dengan bantuannya dapat diketahui, ditentukan diagnosa penyakit seseorang yang diperiksanya.
Alat-alat untuk pemeriksaan, yang meliputi :
Alat-alat untuk pemeriksaan klinis.
Alat-alat untuk pemeriksaan laboratorium/farmasi.
Alat-alat umum lainnya.

c. Alat-alat bedah, yang meliputi :
Scalpel
Gunting
Forceps
Needle holders
Probes
Dilators
Retractors
Curretes
Pelvimeter
Cranioplast
Trocars

d. Alat-alat bedah tulang, yang meliputi :
Sekrup tulang (Bone Screws)
Keping lempengan/pelat (Straight Plates)
Keping lempengan/pelat menyudut (Angled Blade Plates)
Dynamic hip screw plates
Special plates
Paku dan kawat

e. Alat-alat perlengkapan di rumah sakit, yang meliputi :
Di kamar pasien
Di kamar operasi (OK)
Di kamar bersalin (VK)
Di kamar rontgen
Di kamar bayi
Di ruang ICU
Dalam ruang emergency/gawat darurat
Di ruang lain-lain

f. Hospital linen wears/pakaian perlengkapan rumah sakit.


Sedangkan penggolongan alat kesehatan menurut macam dan bentuknya adalah :
Alat-alat kecil dan yang umum, seperti jarum, semprit, alat bedah, alat THT, alat gigi, catheter, alat orthopedik, film X-ray dan lain-lain.
Alat perlengkapan rumah sakit, seperti meja operasi, autoclave, sterilizer, unit perlengkapan gigi.
Alat laboratorium, seperti alat gelas, reagens, test kit diagnostik dan lain-lain.
Alat perlengkapan radiologi/nuklir, seperti X-ray, scanner dan lain-lain.
read more “ALAT KESEHATAN”

Kamis, 03 Juni 2010

TuneUp Utilities 2010 9.0.2020.1

TuneUp Utilities 2010TuneUp Utilities 2010 9.0.2020.1 merupakan versi terbaru dari software TuneUp Utilities. Dalam versi terbaru ini (2010 9.0.2020.1), terdapat vitur Turbo Mode yang dapat anda gunakan untuk mematikan komponen - komponen yang tidak berguna atau jarang dipakai. Dengan mengaktifkan Turbo Mode maka komputer anda akan lebih efisien dan tentu lebih cepat.
TuneUp Utilities adalah sebuah program yang dapat membantu anda untuk membuat sistem operasi windows anda lebih cepat, nyaman dan aman dengan hanya melakukan beberapa kali klik saja. Dan semua perintah yang anda berikan pada sistem operasi windows, benar-benar aman. Karena, semua perubahan yang anda lakukan selalu dipantau oleh TuneUp Rescue Center dan dapat dibatalkan kapan saja.
Dalam versi ini, TuneUp Utilities 2010 9.0.2020.1 di klain lebih ringan berjalan di atas platform windows, dari windows xp, windows vista bahkan widows 7.
Dengan menggunakan software yang di bandrol dengan harga yang cukup mahal ini anda dapat dengan mudah mengoptimalkan komputer atau laptop anda, dan memperbaiki baik sistem maupun registry hanya dengan beberapa klik saja. Tuneup 2010 dibuat dengan sangat baik, sehingga memudahkan pengguna yang baru dalam menggunakan aplikasi ini. Software ini bisa dibilang salah satu software yang wajib di miliki pada PC anda.

Download TuneUp Utilities 2010 9.0.2020.1

Download KeyGen TuneUp Utilities 2010 9.0.2020.1


Artikel TuneUp Utilities 2010 9.0.2020.1 ini pertama kali ditulis oleh Drajat A Ghozali di blog Majalah Komputer Online. Artikel ini bebas untuk didistribusikan ulang untuk kepentingan non komersial selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak mengubah isi.
read more “ ”

Senin, 31 Mei 2010

PENGELOLAAN OBAT PUSKESMAS

Pengelolaan obat merupakan suatu rangkaian kegiatan yang mencakup lima fungsi pokok yaitu perencanaan, pengadaan, pendistribusian, penggunaan obat serta pencatatan dan pelaporan. Pengelolaan ini memerlukan pola atau tata laksana dan perangkat lunak lainnya, serta tenaga dan sarana dalam rangka pencapaian tujuan.
Tujuan dari pengelolaan obat yaitu memelihara dan meningkatkan penggunaan obat secara rasional dan ekonomis di unit-unit pelayanan melalui penyediaan obat-obatan yang tepat jenis, tepat waktu, tepat jumlah serta tepat tempat.
2.4.1 Perencanaan
Proses memilih jenis dan menetapkan jumlah perkiraan kebutuhan obat di suatu unit pelayanan kesehatan atau unit kerja atau wilayah merupakan suatu perencanaan kebutuhan obat. Persiapan-persiapan yang diperlukan dalam memilih jenis dan menetapkan jumlah obat secara tepat antara lain :
1. Menetapkan tujuan dan sasaran serta metode atau prosedur pencapaian.
2. mengumpulkan dan menganalisis data
3. Evaluasi proses perencanaan
2.4.2 Pengadaan
Pengadaan adalah suatu proses untuk memperoleh obat yang dibutuhkan oleh puskesmas. Adapun maksud dan tujuan dari sistem pengadaan yang dikelola baik adalaha:
1. Mendapat obat dengan mutu tinggi
2. Memperoleh obat dengan jenis dan jumlah yang tepat
3. Optimasi pengelolaan persediaan obat melalui prosedur pengadaan yang baik
4. Menjamin pencapaian yang cepat dan tepat waktu
2.4.3 Pendistribusian
Distribusi adalah kegiatan yang menyangkut aspek-aspek penerimaan dan pengecekan, pengendalian, penyimpanan obat dalam gudang dan penyerahan termasuk penyerahan obat ke pasien.
1. Penerimaan dan pemeriksaan
merupakan suatu rangkaian dalam menerima obat-obatan baik dari pemasok maupun dari gudang obat Daerah tingkat I atau dari suartu unit pelayanann kesehatan kepada unut pelayanan kesehatan lainnya dalam rangka memenuhi persanan atau permintaan obat dari unit yang bersangkutan.
2. Penyimpanan
penyimpanan adalah suatu kegiatan pengamanan dengan cara menempatkan obat-obtan yang diterimas oada tempat yang dinilai aman. Tujuan penyimpanan obat-obatan adalah :
a. memelihara mutu obat
b. menghindari penggunaan yang tidak bertanggung jawab.
c. Menjaga kelangsungn persediaan
d. Memudahkan pencarian dan pengawasan obat
e. Menghindari kerusakan pada kualitas obat.
Tanda-tanda perubahan mutu obat :
a. Tablet
- Adanya kerusakan berupa noda, lubang sumbing, pecah, retak atau terdapat benda-benda asing.
- Terjadi perubahan warna
b. Kapsul
- Kapsul dalam keadaan terbuka, kosong, rusak atau melekat satu dengan yang lainnya.
- Terjadi perubahan warna isis kapsul
c. Injeksi
- Larutan tidak jernih
- Adanya kebocoran pada wadah
- Terdapat partikel asing pada serbuk injeksi
Sistem penyimpanan obat
a. Sistem FIFO (First In First Out) yaitu, system penyimpanan obat dimana obat yang dating lebih awal dikeluarkan terlebih dahulu.
b. Sistem FEFO (First Expired First OUT)yaitu, sestem penyimpanan berdasarkan mesa berlakunya obat tersebut (expire date) dimana obat yang lebih awal waktu kadaluarsannya akan dikeluarkan terllebih dahulu.
c. Penyimpanan berdasarkan tingkat penggunaan obat yaitu system penyimpanan obat yang sering di gunakan diletakkan di tempat yang mudah terjangkau.
3. Penyerahan dan pengiriman
Tujuan adalah agar obat-obatan yang diserahkan baik jenis dan jumlahnya sesuai dengan dokumen yang menyertai.
4. Pengendalian persediaan
Tujuannya dalah menyediakan obat-obatan dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan pada waktu yang tepat dengan cara ekonomis dan efisien.
5. Penghapusan obat
Merupakan serangkaian kegiatan dalam rangka pembebasan barang atau obat-obatan milik kekayaan negara dari pertanggung jawabn berdasarkan perundang-undangan yang berlaku.
Tujuan dari penghapusan obat adalah :
a. Menjaga keselamatan kerja dan pengotoran lingkungan.
b. Sebagai sumber dana bagi negara
c. Penghapusan pertanggung jawaban para petugas terhadap barang atau obat-ibatan yang diurus.
d. Menghindari kerugian negara akibat hancurnya barang atau obat-obatan
e. Menghindarkan pembiayaan
2.4.4 Penggunaan obat
Untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana obat yang terbatas di sektor pemerintah dan rasionalisasi penggunaan obat, terutama di unit-unit pelayanan puskesmas dan rumah sakit di Daerah Tingkat II maka perlu dilakukan baebagai upaya lain untuk meningkatkan mutu prekripsi dan penggunaan obat secara tepat, efektif, aman dan efisien.
Langkah-langkah penting dalam pengunaan obat :
1. Diagnosa yang tepat
2. Peresepan yang rasional, efektif, efisien dan aman
3. Pelayanan yang baik
4. Kemasan dan etiket yang baik dan sesuai
5. Memberikan informasi yang jelas dalam penggunaan obat oleh pasien
Pelayanan obat merupakan komponen dasar dari sistem logistik obat. Pelayanan tanpa adanya kebijakan rasional dan pendekatan sistematik pada waktu penyerahan obat kepada pasien maka sistem logistik obat gagal mencapai sasaran dalam menjamin tersedianya obat gagal essensial.
Pelayanan obat yang baik terdiri dari 5 kategori :
1. Memahami isi permintaan
Petugas kamar obat terlebih dahulu memeriksa permintaan (resep) sebelum meracik obat dan apabila ada keraguan tentang isi resep maka dapat ditanyakan kepada teman di apotek atau langsung bertanya pada dokter secara langsung.
2. Mencari dan mengumpulkan obat
Petugas membaca etiket masing-masing kemasan yang umumnya memuat informasi nama obat, kadar, bentuk sediaan, dan waktu kadaluarsa.
Petugas kamar obat yang terlatih baik akan membaca etiket minimal 2 kali untuk mencegah kesalahan membaca resep atau kesalahan pengembalian obat.
3. Formulasi
Obat yang tersedian kebanyakan tidak perlu diracik sehingga hanya tinggal menghitung, membagi atau mengencerkannya. Dalam menghitung jumlah obat diperlukan ketelitian. Obat racikan pada anak-anak harus sesuai dengan dosis yang diberikan dan di teliti dalam menghitung dosis. Jumlah obat yang diberikan harus sesuai dengan resep yang dituliskan dalam lembar resep.
4. Pengemasan dan pemberian etiket
Pengemasan untuk tablet dan kapsul yang bisa dipergunakan di puskesmas adalah wadah plastik. Pemberian etiket pada wadah dilakukan setelah pengemasan. Hal ini penting dilakukan karena diharapkan dengan membaca dan memahami isis etiket, pasien dapat mengerti cara menggunakan obat tertentu. Informasi yang diberikan pada etiket harus rapih, singkat tapi jelas dan jangan ada singkatan.
2.4.5 Pencatatan dan pelaporan
1. Pencatatan
Pencatatan adalah kegiatan dalam rangka penatausahaan obat-obatan secara tertib. Semua obat yang diterima, disimpan, didistribusikan maupun yang digunakan di unit pelayanan puskesmas harus dicatat.
Kegiatan ini meliputi :
a. Pencatatan penerimaan stock
Setiap obat yang diterima kemudian dicatata dalam buku stok. Stok opname ini untuk mengetahui persediaan obata digudang, dari selisish jumlah obat yang masuk dikurang jumlah obat yang keluar. Stok opname juga menginformasikan tentang obat yang telah kadaluarsa, adanya obat yang rusak diakibatkan adanya kelemahan dalam penyimpanan dan adanya persediaan yang mengendap selama 6 bulan.
b. Pencatatan, pengeluatan dan pemakaian obat
Dokumen yang memuat semua obat yang diperlukan dari gudang atau yang dipakai untuk pasien.
c. Pencatatan persediaan obat
Dokumen yang memuat sumber obat yang tersedia. Dilihat dari sisa stok dan obat yang masuk.
2. Pelaporan
Laporan pemakaian obat dilaporkan dalam bentuk Laporan Pemakaian dan Lembar Pemakaian Obat (LPLPO). Puskesmas kelurahan melaporkan hasil LPLPO setiap bulan ke puskesmas kecamatan dan puskesmas kecamatan melaporkan hasil LPLPO setiap bulan ke Sudinkes
read more “PENGELOLAAN OBAT PUSKESMAS”

Kamis, 06 Mei 2010

Masalah dalam prosos pembuatan tablet

1. Variasi bobot

Factor yang mempengaruhi variasi bobot dari suatu tablet adalah keseragaman dari ukuran dan bentuk dari granul yang dibuat dalam proses granulasi. Penyebab variasi bobot terlalu besar yaitu sifat alir granul yang jelek, terjadinya pemisahan granul karena kurang meratanya cairan pengikat pada waktu proses granulasi atau kekeringan granul yang tidak merata dan adanya perbedaan ukuran, pada penempataan dengan mesin rotary, serta adanya variasi bobot tablet juga disebabkan karena pemasangan punch bawah yang kurang tepat.

2. Penempelan ( Binding )

Kerusakan pada tablet dimana tablet menempel di dinding punch dikarenakan adanya ketidaksesuaian pada pengaturan pencetakan dan dapat juga disebabkan oleh granul yang terlalu lembab atau dapat juga disebabkan kurang atau tidak cocoknya akan penambahan suatu bahan pelincir atau anti lengket.

3. Terbelah ( Capping )

Kerusakan pada tablet dimana terbelahnya lapisan atas dan bawah tablet sebagian atau menyeluruh yang disebabkan karena granul yang terlalu kering. Hal ini dapat diatasi dengan cara menambah air pada granul lalu dikeringkan kembali . selain itu ada factor lain penyebab capping yaitu kurangnya pengikat, terlalu banyaknya fines dari granul ataupun karena bentuk tablet yang bervariasi.

4. Retak ( Cracking )

Kerusakan pada tablet dimana granul yang terlalu lembab yang dapat diatasi dengan pengeringan kembali dari granulat, ketidaksesuaian penggunaan lubrikan yang dapat diatasi dengan mengganti lubrikan, serta factor mekanik yang terjadi akibat ketidaksesuaian punch.

5. Sticking

Kerusakan pada tablet dimana ada sebagian massa tablet yang melekat pada stempel, dapat disebabkan oleh beberapa factor misalnya pengaruh dari lingkungan yang diatasi dengan mengeringkan granul atau memperbaiki kondisi udara di ruangan, penurunan titik lebur yang diperbaiki dengan perbaikan granulat sesuai komposisi, penurunan kohesi komposisi tunggal diperbaiki dengan perbaikan granulat sesuai komposisi, penurunan kohesi komposisi tunggal diperbaiki dengan menaikan tekanan sedikit demi sedikit.

6. Picking

Kerusakan pada tablet dimana terjadi penempelan sebagian kecil dari permukaan tablet, biasanya terjadi pada penundaan penyebab picking adalah granulat yang lembab, terlalu banyak fines, kurangnya bahan antiadheren, penandaan yang terlalu rapat serta punch yang permukaannya rusak.

7. Mottling

Keadaan dimana distribusi warna tablet tidak merata dengan terdapatnya bagian-bagian terang dan gelap pada permukaan yang seragam. Penyebab mottling ialah berbedanya warna obat dengan bahan penambah atau bila hasil urai obatnya berwarna yang dapat diatasi dengan pemberian zat warna dengan pencampuran yang merata dan homogen (Lacman, et al, 1994).
read more “Masalah dalam prosos pembuatan tablet”